Selasa, 16 April 2013

Jika si Sok Kaya Kehilangan Modal Sosial

Tidak gampang hidup bermasyarakat bersama orang lain dengan karakter yang berbeda-beda. Ketika seseorang sudah memutuskan untuk tinggal di sebuah komunitas , mestinya juga di ikuti dengan kesiapan untuk bisa berinteraksi dengan komunitas tersebut. Rasanya hal itu memang sebuah kaharusan, tidak bisa tidak harus dilakukan oleh orang tersebut. Memasuki sebuah komunitas baru yang awalnya tidak dikenal, tidak tahu adat istiadat, kebiasaan,  tata cara, komunitas setempat dibutuhkan sikap yang bisa memahami, menghargai, mengerti dan bisa mencoba mengerti . Kearifan akan sikap dan tingkah laku, kemampuan melakukan interaksi  menjadi hal penting yang harus diperhatikan, kalau mau diterima dalam komunitas baru tersebut. Jangan sekali-kali memaksakan kehendak apalagi mencoba mendorong komunitas setempat ikut dengan kebiasaan penghuni baru. Tidak akan mudah melakukan proses tersebut dan tidak bisa serta merta mendorong hal tersebut bisa terwujud. Apalagi kalau masuk ke komunitas baru di perkotaan.



Jika di desa interaksi sosial antar warganya masih  sangat kuat  karena  budaya, kebiasaan, adat istiadat pedesaan, di perkotaan hal tersebut juga masih ditemukan meskipun tidak sekuat di desa.  Coleman (1988) menegaskan bahwa modal sosial dapat berwujud pada tiga bentuk. Yaitu pertama  kewajiban(obligations) dan harapan (expectations) yang tergantung pada kepercayaan(trustworthiness) pada lingkungan sosial. Kedua kapasitas informasi yang mengalir dari struktur sosial untuk menyediakan basis tindakan , ketiga kehadiran norma yang di dampingi dengan sangsi efektif. Menurut Coleman  sebuah komunitas manusia selalu perlu kepercayaan bersama (shared beliefs) sebagai “bahan bakar” penting bagi tindakan kolektif. Secara khusus beliefs ini sangat erat berkaitan dengan alur informasi dalam sebuah jaringan. Coleman mengatakan bahwa segala hal yang dipercaya oleh sebuah komunitas selalu berkaitan dengan segala informasi yang masuk ke, dan keluar dari, komunitas itu. Di masyarakat perkotaan tingkat kepercyaan antar warga masih cukup tinggi, terbukti dalam berbagai aktivitas seperti RT, PKK masih jalan dengan baik. Kepercayaan yang terbangun antar individu masyarakat akan menjadi modal sosial yang sangat besar untuk membentuk dan mengembangkan masyarakat yang lebih baik ke depan.
Menurut  Putnam  komponen modal sosial terdiri dari kepercayaan (trust), aturan-aturan (norms) dan jaringan-jaringan kerja(networks) yang dapat memperbaikai efisiensi dalam suatu masyarakat melalui fasilitas tindakan-tindakan yang terkoordinasi.  Pemikiran dan teori tentang modal sosial memang didasarkan pada kenyataan bahwa “jaringan antara manusia” adalah bagian terpenting dari sebuah komunitas. Jaringan ini sama pentingnya dengan alat kerja (disebut juga modal fisik atau physical capital) atau pendidikan (disebut juga human capital). Secara bersama-sama, berbagai modal ini akan meningkatkan produktivitas dan efektivitas tindakan bersama. 

Sikap egois dan mau menang sendiri dengan mengabaikan kepentingan orang lain, merecoki salah satu tetangga di perumahanku. Merasa paling kaya, tetapi pelitnya minta ampun, merasa berhak menghentikan  roda ekonomi dari salah satu tetangga yang selama ini mengandalkan berputarnya ekonomi keluarga dengan berdagang kecil-kecilan. Berbagai alasan menjadi hal yang membuat tertawa sinis kalau mendengarnya. Terganggu di malam  hari karena suara TV dan suara orang berbincang di tengah malam, tidak bisa masuk rumah karena terhalang motor pembeli. Pun merasa terganggu  polusi udara karena knalpot mobil tetangga masuk ke rumahnya yang dipasangi AC. Aturan sosial, kepercayaan yang selama ini terjalin diantara warga mulai trekoyak dengan keangkuhan dan egoisme dari si Sok Kaya. Barangkali si Sok Kaya tidak pernah berpikir kalau hidup tak selamanya diatas, roda kehidupan berputar terus. Hari ini si Sok Kaya diatas dengan 3 mobil rentalnya, tetapi belum tentu esko hari dia akan bisa tertawa pongah dan mentertawakan tetangganya yang lebih tidak mampu dari dia, karena barangkali esok hari dia akan terpuruk.






Tidak ada komentar: