Selasa, 06 September 2016

Inilah Alasan Berkunjung Museum Minyak Atsiri Tawangmangu

Ide mengembangkan sebuah museum di era sekarang mungkin bukan ide yang terlalu gaul dan menjanjikan. Bukan tanpa alasan, karena museum identik dengan tempat serius yang dipenuhi dengan sejarah, benda kuno, cerita lama dan tak lepas dari keilmuan. Jika bicara dari sisi bisnis, bisa jadi bukan bisnis yang menguntungkan .


Dan bagi seorang pebisnis murni, tentunya akan berpikir berulang kali manakala ingin membuka usaha dengan mendirikan sebuah museum. Rasanya sulit  membuka bisnis yang prosfeknya belum jelas bahkan tidak terlalu cemerlang. 

Tetapi hal itu tidak berlaku bagi Ibu Julia Ekajati, seorang perempuan pebisnis yang mengelola beragam bisnis di Solo dan merambah di nusantara. Pemilik Rumah Atsiri tersebut mempunyai visi cemerlang, tidak hanya sekedar berbisnis dengan orintasi profit semata tetapi juga mempunyai sisi humanis yang layak diacungi jempol.

Mengambil alih bekas pabrik minyak Atsiri yang berlokasi di Plumbon Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, ia  tidak hanya ingin mengelola bisnis pabrik peninggalan mantan Presiden Soekarno, tetapi juga ingin memadukan konsep pendidikan yang dikemas dalam wisata menarik menjadi wahana edukasi.
Bekas pabrik minyak atsiri  terbesar di Asia Tenggara ini tidak hanya akan mengingatkan kembali keperkasaan dan kejayaan proyek mercusuar Soekarno di tahun 1963, tetapi juga akan menumbuhkan kecintaan pada warisan budaya dan tentunya menyemai pengetahuan bagi generasi bangsa.

Museum minyak atsiri  saat ini dalam tahap renovasi dan akan segera di buka untuk umum, sebagai bagian dari wisata edukasi yang menawarkan sesuatu yang berbeda.
Tentunya Museum Minyak Atsiri akan dikemas dengan menarik sehingga tidak akan membuat pengunjung kecewa, tetapi sebaliknya akan semakin membuka wawasan tentang sepenggal sejarah bangsa yang sempat terserak, dan tentunya menambah pengetahuan.

Kenapa  masyarakat harus mengagendakan untuk berkunjung ke Museum Minyak Atsiri Tawangmangu ?

Pertama,  Berkunjung ke museum sekaligus berwisata keluarga . Letak museum ini  lain daripada yang lain. Museum Minyak Atsiri Tawangmangu (MMAT) berada di  Tawangmangu, daerah pengunungan indah, segar dengan pemandangan yang memanjakan mata. Suasana pedesaan dan pengunungan akan menjadikan acara wisata keluarga menjadi lebih berkesan. Museum dengan luas lebih dari dua hectare ini juga dipenuhi dengan pemandangan indah. Pengunjung tidak hanya akan datang ke sebuah bangunan museum, tetapi juga bisa menikmati keindahan panorama yang membentang dari utara, selatan, barat dan timur, mengelilingi  MMAT.
Ditambah dengan fasilitas pendukung seperti  wisma/kamar keluarga, restaurant, coffe shop, liburan keluarga di jamin tidak akan mengecewakan.

Kedua, MMAT  menyediakan sejarah dan pengetahuan.  Musem ini menyajikan  sejarah tentang kejayaan pabrik  minyak atsiri  dari proses penelitian manafaat minyak atsiri, proses negosiasi presiden Soekarno sampai pendirian dan beroperasinya pabrik itu sendiri. Juga sejarah arsitektur.

Ketiga, MMAT  menyediakan wahana belajar bagi pengunjung terutama untuk anak-anak .  Menariknya, pengunjung bisa berkreasi   langsung, tidak hanya disuguhi dengan teori-teori tentang proses pembuatan minyak atsiri, tetapi bisa mencoba untuk meramu dan membuat minyak atsiri. Disediakan laboratorium  anak( kids lab) untuk menuntaskan rasa penasaran tersebut

Keempat, MMAT menyediakan pendidikan tanaman atsiri, pengolahan, pemanfaatan dan hilirisasinya sejak dini. Sekolah alam akan memfasilitasi keinginan untuk mengenal  rangkaian proses tersebut.

Kelima, MMAT  menyediakan pelatihan -pelatihan pengetahuan produksi minyak atsiri dan pemanfaatannya . Melalui Balai Latihan Ketrampilan  (BLK) produksi minyak atsiri dan pemanfaatnya ,Balai latihan budidaya tanaman atsiri , balai latihan peneliti dan pengembangan minyak atsiri.
Keenam, biaya masuk MMAT sangat terjangkau dan tidak memberatkan. Dengan tawaran wisata edukasi  yang dipadukan dengan wisata alam, pengunjung tidak akan merogoh kocek terlalu dalam. Kepuasan pengunjung menjadi hal utama yang dipegang oleh pengelola.

Ketujuh,  pilihan berwisata ke MMAT  adalah paket hemat dan seru.   Ke  MMAT sekaligus bisa mengunjungi  tempat wisata lainnya di Tawangmangu. Berkunjung ke MMAT bukan wisata yang sia-sia karena  pengunjung tidak  hanya akan merasakan berwisata ke MMAT saja tetapi juga bisa mengunjungi beberapa tempat wisata lainnya di Tawangmangu. Grojongan sewu atau Candhi Cetho juga Pabrik gula Tasikmadu menjadi kawasan wisata alternative yang satu jalur menuju MMAT.
Menarik bukan? Jika masih belum jelas, bisa menghubungi pengelola di  Musium Atsiri Indonesia, Rumah Rempah Colomadu, atau menghubungi no telpon  62 271 697693, email info@rumahatsiri.com atau FB Rumah Atsiri.
Buruan, silahkan perdalam informasinya sambil menunggu Museum Minyak Atsiri Tawangmangu di buka untuk umum. **

_Solo, 30 Agustus 2016_



Tidak ada komentar: