Kamis, 06 April 2017

SBY Minta Menterinya Kembalikan Fasilitas Negara, Tapi Dia Sendiri 2 Tahun Lupa Kembalikan

Mogoknya mobil dinas RI 1 saat digunakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam perjalanan dinas di Kalimantan Barat, Sabtu (18/3/2017), ternyata ada hikmahnya. Kenapa saya bilang ada hikmahnya? Karena ternyata pak mantan ketahuan masih meminjam mobil dinas sejak  lengser dari kursi kepresidenan 2 tahun silam.
Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala membenarkan  bahwa Susilo Bambang Yudhoyono  masihmenyimpan mobil dinas presiden.  Ia menambahkan  bahwa saat acara serah-terima pemerintahan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  ke Presiden Jokowi pada 2014 lalu, SBY   meminjam mobil antipeluru itu. 
“Pihak beliau menyatakan masih membutuhkan mobil itu. Maka itu statusnya dipinjamkan oleh negara,” ujar Djumala. http://nasional.kompas.com/read/2017/03/21/17025981/sby.bersedia.kembalikan.mobil.presiden.yang.masih.dipinjam

Sejatinya  mobil RI 1 yang  Mercedes Benz S-600 Pullman Guard hitam itu berjumlah delapan buah, tetapi sejak dua tahun yang lalu hanya tersedia tujuh mobil VVIP  di  Istana Kepresidenan. Ya , satu buah mobil masih dibutuhkan oleh mantan presiden terdahulu. Ketujuhnya tidak hanya khusus digunakan oleh Jokowi tetapi juga di pakai oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Mobil yang sempat mogok tersebut ternyata  pengadaannya  sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjabat, jadi usia  mobil itu  sekitar 10 tahunan.


Susilo Bambang Yudhoyono minta menterinya kembalikan mobil dinas, tetapi ia malah pinjam
Barangkali tidak hanya saya saja yang kaget jika mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono ternyata meminjam mobil.
Saya rasa apa yang dilakukan  Susilo Bambang Yudhoyono telah melanggar asas  kepantasan , Kenapa?
Pertama, sudah tidak menjabat presiden tetapi masih mengunakan fasilitas mobil dinas RI 1.
Meskipun saya tidak tahu persis aturan dalam meminjam barang inventaris Negara, tetapi jika dirasakan dari sisi kepantasan, kok rasanya ada yang kurang pantas. Rasanya kok aneh, meminjam mobil dinas presiden saat  sudah tidak menjabat sebagai Presiden RI.  Aneh ya? Tetapi begitulah kenyataannya, pak mantan meminjam mobil dinas  RI 1.
Kedua, Susilo Bambang Yudhoyono saya rasa  telah mendustai rakyat dan menterinya. Kenapa?  Ia terbukti  tidak cukup konsisten dengan meminjam mobil RI tersebut saat sudah purna tugas.  Saat rapat terbatas di Kantor Presiden tanggal 11 September 2014, ia  meminta seluruh jajaran  Kabinet Indonesia Bersatu jilid II untuk  mengembalikan semua fasilitas negara yang selama ini dipinjamkan. Jelas sekali ia memberikan perintah tegas kepada menterinya untuk mengembalikan  rumah maupun kendaraan dinas. Bahkan ia minta  fasilitas tersebut diserahkan sebelum 20 Oktober 2014 dalam keadaan baik.
Semua fasilitas yang digunakan jajaran pemerintah dikembalikan pada saat yang tepat dengan administrasi yang baik,” pinta Susilo Bambang Yudhoyono, http://news.liputan6.com/read/2104072/sby-minta-menteri-kembalikan-rumah-dan-mobil-dinas-tanpa-cacat

Perintah tersebut untuk berjaga-jaga jangan sampai fasilitas Negara hilang atau rusak seperti yang katanya pernah terjadi pada periode sebelum ia menjabat Presiden RI. Bahkan yang menarik , saat itu Susilo Bambang Yudhoyono  mengatakan bahwa  ia dan Wakil Presiden Boediono akan meninggalkan rumah dinas dan  mengembalikan kendaraannya .
Jelas sekali ia meminta seluruh jajarannya untuk mengembalikan kendaraan dinas dan ia juga akan melakukan hal yang sama. Tetapi nyatanya setelah dua tahun, ia ketahuan  masih mengunakan atau istilahnya meminjam  satu  mobil dinas RI 1.



Apakah ia sulit  melepaskan mobil dinas  RI 1 karena selama ini sudah terbiasa mengunakan fasiltas mobil dinas? Ataukah ia belum bisa move on sehingga belum bisa melepaskan fasilitas yang diterimanya saat menjabat presiden tersebut? Mungkinkan ia sulit melepaskan kebiasaan selama 10 tahun? Atau terlanjur keenakan sehingga masih sulit untuk menerima kenyataan?
Padahal mestinya sebagai mantan presiden,  Susilo Bambang Yudhoyono bisa memanfaatkan fasilitas mewah yang diterima (haknya)  sebagai mantan presiden untuk mencari mobil mewah sendiri  yang milik pribadi. Bukan milik negara.  Bukankah selain rumah mewah sebagai seorang  mantan presiden juga mendapatkan hak uang pensiun setiap bulan  yang besarannya mencapai 30.240.000 per bulan. Uang pensiunan tersebut   tergolong yang tertinggi dibanding pejabat lainnya. Dan tentunya juga banyak fasilitas dan hak lainnya yang super keren yang diterimanya.

Mestinya tanpa mengunakan mobil milik Negara, Susilo Bambang Yudhoyono bisa mengunakan mobil pribadi super mewah  tanpa ngrecoki fasilitas Negara.  Sehingga mobil dinas tersebut bisa digunakan untuk keperluan Negara oleh presiden yang berhak mengunakannya.

Tidak ada komentar: