Dari kota Solo, Cilacap bisa di tempuh melalui perjalanan darat
dengan kendaraan pribadi maupun kereta api, lama perjalanan sekitar 5-6 jam. Saya sudah berkali-kali pergi ke Cilacap untuk bersilaturahmi
dengan mas (kakak) saya yang tinggal di sana lebih dari 20 tahun. Keluarga
kakak saya awalnya tinggal di asrama polisi dekat Teluk Penyu, salah satu obyek
wisata yang ada di Cilacap. Tetapi limabelasan tahun ini sudah tinggal di rumah
sendiri di salah satu perumahan yang tidak terlalu jauh dari terminal Cilacap
sekaligus masih berdekatan dengan bibir
pantai.
 |
| Salah satu pantai di Cilacap |
Cilacap mempunyai berbagai macam obyek wisata yang menarik untuk
dilewatkan, meskipun tidak semua obyek wisata yang ada pernah saya dan keluarga
kunjungi. Paling tidak tercatat ada Pulau Nusa Kambangan, Teluk Penyu, Benteng
Pendem, Segoro Anakan, Kampung laut dll. Dari buku yang saya baca, masih ada
obyek wisata lainnya yang menarik.
 |
| Gerbang masuk Beteng Pendem |
 |
| R. akomodasi merupakan salah satu bangunan beteng pendem |
BentengPendem
Benteng Pendem
terletak di bagian tenggara kota Cilacap, ujung Timur Pantai Teluk Penyu di
wilayah Kelurahan Cilacap. Di sekitar Benteng Pendem bagian Selatan adalah
Samudra Indonesia, Selatan Selat Nusakambangan (pintu masuknya kapal ke / dari
Pelabuhan Alam Tanjung Intan), sebelah Barat Kantor Pertamina Area 70, sebelah
Utara tangki – tangki penampungan bahan minyak mentah Pertamina UP IV Cilacap
yang berada di Area 70.
Untuk menuju ke Benteng Pendem dapat ditempuh dengan menggunakan berbagai jenis
kendaraan. Dari terminal Bus dan Angkutan Kota ± 5 km, 2 km dari pusat
Pemerintahan Kabupaten Cilacap dan 1 km dari Obyek Wisata THR Teluk Penyu. Saya beserta keluarga dan ponakan ke benteng pendem dengan naik
motor, dari Cilacap kota sekitar 20
menit saja.
Bangunan Benteng Pendem merupakan bangunan kuno pada masa kolonial Belanda, hal
ini terlihat pada dokumen Peta Bangunan Benteng terdapat tulisan yang berbunyi
KUSBATTERIJ OP DE LANTONG TE TJILATJAP yang di bangun pada tahun 1861 – 1879
dengan menggunakan bahan baku yang dominan memakai bata merah tak nampak
konstruksi beton bertulang. Pada setiap ruangan dan pintu berbentuk lengkung
serta tidak banyak variasi. Di atas bangunan sebagian besar di timbun tanah dan
di tumbuhi tanaman perdu hingga secara utuh tidak nampak bangunan Benteng
Pertahanan di ujung Pantai Cilacap biladilihatdarikejauhan.
Benteng Pendem Cilacap, yang menurut beberapa sumber, sebutan aslinya dari
Negeri Belanda adalah USBATTERIJ OP DE LANTONG TE TJILATJAP yang artinya tempat
pertahanan pantai di atas tanah menjorok ke laut menyerupai bentuk lidah. Di
bangun oleh Tentara Kerajaan Belanda dari tahun 1861 – 1879, digunakan sebagai
markas tentara Belanda untuk pertahanan Pantai Selatan Pulau Jawa di bagian
Selatan, karena Cilacap di pandang sangat strategis untuk pendaratan dan
pantainya terlindung oleh Pulau Nusakambangan hingga tahun 1942, pada saat
masuknya tentara Dai Nippon (Jepang) ke Indonesia Benteng Pendem dijadikan
markas tentara Jepang. Namun pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang kalah perang
dengan pihak sekutu, Benteng Pendem Cilacap kembali ke tangan tentara Hindia
Belanda (KNIL) sampai dengan tahun 1950.
Selama 2 tahun sampai dengan tahun 1952 Benteng dalam keadaan kosong / tidak
ada yang menguasai/menempati, baru pada tahun 1952 akhir sampai dengan 1965 di
jadikan markas Tentara Nasional Indonesia antara lain Pasukan Banteng Loreng.
Dalam perjalanan sejarah, Benteng Pendem sempat di manfaatkan untuk markas
latihan lintas hutan, gunung, rawa dan laut oleh Pasukan RPKAD sekarang
KOPASSUS yang membangun Tugu Monumen Peluru 2 buah sebagai pintu utama masuk
kedalam Komplek Benteng Pendem pada saat itu.
Mulai tahun 1965 – 1986 lokasi Benteng termakan waktu bergelut dengan cuaca
serta musim tak terusik, sampai Pemerintah melaksanakan Pembangunan Dermaga
kapal, kantor dan tangki minyak untuk Pertamina dengan sebutan Area 70
memanfaatkan sebagian areal Benteng Pendem seluas 4 ha.
Tepatnya pada tanggal 26 November 1986 seorang warga Cilacap bernama Adi
Wardoyo memberanikan diri untuk menggali dan menata lingkungan Benteng. Sejak
tanggal 28 April 1987 resmi dapat dikunjungi dan terbuka untuk umum hinggasaatini.
Berdasarkan dokumen Peta yang ada dari Negeri Belanda pada tahun 1988 secara
keseluruhan luas area Benteng Pendem ± 10,5 ha , dipergunakan untuk pembangunan
tangki Pertamina seluas 4 ha. Saat ini kawasan Benteng Pendem tinggal 6,5 ha.
Keberadaan Benteng Pendem baru 60 % dari keseluruhan data yang ada, 40 %
lainnya masih menjadi misteri dan tertimbun pasir.
Teluk Penyu
Salah satu obyek wisata andalan kabupaten Cilacap adalah Pantai
Teluk Penyu yang berada di Selatan kota Cilacap. Teluk Penyu ini terletak hanya sepelemparan
batu dari asrama polisi yang terletrak persis di sebrang pintu masuk ke lokasi
teluk. Ketika kakak saya masih tinggal
di asrama polisi, hampir setiap sore saya bersama ponakan bermain ke teluk penyu.
Setipa sore , teluk ini memang cukup ramai di penuhi anak-anak yang bermain di
panati dan orang tua yang menunggu anaknya. Pantai Teluk Penyu berpasir hitam,
di saat cuaca sedang bersahabat pantai ini akan terlihat sangat indah dengan
ombak nya yang berwarna kebiruan, namun jika cuaca sedang kurang baik biasanya
ombak di pantai ini terlihat tidak berwarna biru, namun coklat agak kehitaman. Beberapa burung yang terbang rendah dan
sesekali tutrun untuk mengambil ikan menjadi pemandangan yang cukup menarik. Di
tambah angin yang bertiup sepoi-sepoi menambah sejuk dan nyaman, terlebih jika
dinimkati sambil memejamkan mata, akan terasa betul kekuasaan Alloh yang tiada
tara.
 |
| Teluk Penyu Cilacap |
Masuk ke teluk penyu akan di pungut retribusi yang pada waktu itu
sekitar Rp 3.000 saja, tetapi untuk masyarakat sekitar tidak akan di pungut
biaya. Saya dan ponakan juga tak pernah membayar.
Dari pantai ini kita dapat dengan jelas melihat pulau Nusa
Kambangan yang meski hanya di lihat diluar saja, tetapi kelihatan indah dan
menarik untuk di dekati. Di sini ada juga
beberapa pemecah gelombang yang
kadangkala menjadi tempat kita untuk bermain-main.
Kalau kita lapar, tak usah repot dan binggung karena di sepanjang
pantai banyak terdapat warung/restoran baik yang besar maupun yang kecil yang
menyajikan berbagai masakan seafood yang mengundang selera.
PulauNusakambangan
Pulau Nusakambangan merupakan salah satu kawasan pantai selatan Kabupaten
Cilacap yang dipisahkan oleh Selat Segara Anakan yang memisahkan dengan daratan
Pulau Jawa .
Pulau Nusakambangan dikenal juga pulau penjara yang mempunyai kesan menyeramkan
itulah kesan yang acap terdengar oleh siapapun yang belum pernah datang
berkunjung ke Pulau Nusakambangan. Saya memang belum pernah menyebrang dan
masuk ke pulau Nusakambangan. Kakak pernah mengajak, tetapi saya tidak terlalu mempunyai keberanian, sudah
merasa seram dulu.
Menurut kakak saya yang (karena tugas negara ) beberapa kali pernah masuk ke
pulau tersebut ,pulau ini memang menawarkan banyak hal. Jika kita masuk, dan semakin mendekat dan melihat , maka kesan menyeramkan
berangsur-angsur sirna. Bayangan yang menyeramkan pada penghuni penjara, serta
hutan belantara yang sampai saat ini masih mampu melindungi satwa-satwanya
perlahan-lahan akan melumatkan kesan menyeramkan bahkan kesan tersebut berganti
rasa takjub dan detak kekaguman tiada habisnya . Tak berlebihan memang,
karena pulau ini masih alami sekali dan
karena kesan seramnya tersebut justru pulau tak gampang rusak. Ini yang saya
pikirkan, kemungkinan besar pulau Nusa Kambangan segaja di kesankan seram
(karena sebagai penjara napi khusus) , dengan maksud agar tak gampang di jamah
manusia. Sehingga keindahan alam dan satwa yang
ada di dalamnya akan terlindungi. (Trik ini bisa di gunakan untuk pulau
lainnya di indonesia agartetapterjagakelestariannya).
Dari sebrang /daratan pulau ini memang terlihat tidak begitu menarik karena
banyak sebagian keindahan terhalang oleh
kilang-kilang minyak milik Pertamina.
Tetapi kalau diperhatikan betul, keindahannya justru seperti sebuah
misteri (bagi saya).
Pulau Nusakambangan yang memanjang dari barat ketimur sepanjang
kurang lebih 36 km dan lebar antara 4 – 6 KM dengan luas keseluruhan adalah 210
km2 atau 21.000 ha memang menyimpan misteri dan daya tarik wisata seperti goa,
pantai, benteng dan keindahan batuk arang dan keindahan panoramaalam,hutancagaralam,danhutanbelantara.
.
SegaraAnakan
Kalau berkesempatan mengunjungi pulau Nusa Kambangan, sebenarnya tanggung kalau
tidak pergi ke Segara Anakan. Segara
Anakan Cilacap terletak di belakang Pulau Nusakambangan wilayah Kabupaten
Cilacap. Segara Anakan merupakan Laguna yang unik di pantai selatan Pulau Jawa
dengan ekosistem rawa bakau (mangrove) yang memiliki komposisi dan stuktur
hutan terlengkap di Pulau Jawa. Berbagai komponen sumber daya hayati berupa
flora, habitat berbagai jenis fauna, betang alam daratan dan bentang alam
perairan yang beinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk suatu kesatuan
ekosistem alami.
KampungLaut
Dinamakan “Kampung Laut” karena perkampungan ini berada di laguna Segara Anakan
dan sekelilingnya merupakan wilayah perairan. Berbagai keunikan terdapat di
daerah ini, mulai dari banyaknya Goa Karst, fauna laut, dan hingga pola hidup
masyarakat yang menetap di daerah tersebut.
Memang luar biasa jalan-jalan ke Cilacap, banyak tempat wisata
alam yang sangat menawan. (24/4/12).