Kamis, 21 Januari 2016

Polisi Buru Penyebar Berita Bohong tentang Ledakan Bom Sarinah

Ledakan bom dan rentetan tembakan di kawasan Sarinah, Kamu (14/1/2016) lalu, tenatu masih menyisakan duka yang mendalam. Terlebih bagi para kleuarga korban meninggal dan luka-luka

Tidak ada begitu mudah melupakan dan memberikan maaf bagi para pelaku yang telah bertindak brutal, sadis, kejam dan tidak bisa diterima nalar jiwa yang sehat, meski para pelaku mengatasnamakan  jihad demi agamapun. Karena agama Islam (jika pelaku mengaku beragama islam) justru mengajarkan kebaikan, kedamaian, ketentraman, saling mengasihi, menghormati, memberikan toleransi tinggi sesama umat manusia. Tak salah jika orang-orang menyesali mengutuk,  marah, kepada para pelaku yang telah sesat pikir, hati ,  jiwa dan raga. 

Namun demikan, ada saja sebagian orang yang  rupanya merasa maklum, tidak masalah dengan keheroikan para pelaku (bagi Saya  ketololan para pelaku) yang berani mengorbankan diri demi membela apa yang diyakini benar. 

Tak heran jika ada yang langsung nyetatus di medos tanpa memberikan empaty sama sekali terhadap peristiwa bom Sarinah.  Misalnya  status Jonru, sudah saya  tuliskan  beberapa hari lalu di sini http://www.kompasiana.com/sucihistiraludin/komentar-ledakan-bom-sarinah-jonru-sehat-jiwanya_5698fd01ed92737f09baa144

Selain tak ada rasa empaty  dan duka,  justru malah  ada yang nyinyir , tak percaya dan cenderung menuduh bahwa kejadian bom Sarinah Kamis pagi hanyalah sebuah rekayasa belaka, hanya pengalihan isu.  Salah satunya dikaitkan dengan PT  Freeport, juga  kasus tertangkapnya salah satu anggota DPR dari PDIP.

status Jonru di FB yang berpotensi menimbulkan fitnah
Soal pengalihan isu/ rekayasa bom Sarinah  yang dihembuskan orang-orang tertentu memang dengan cepat mengelinding di medsos. Beragam tanggapan, tetapi yang jelas opini bisa mengiring opini masyarakat kalau memang bom Sarinah hanya setingan belaka. Mereka jelas asal bicara, salah analisa dan sok tahu banyak hal hanya karena  merasa melihat kejanggalan seperti cepatnya polisi bertindak, atau bom meledak di ruang terbuka padahal biasanya pasti di ruang tertutup agar jatuh korban lebih banyak, dll. 

Polisi jelas tidak tidak diam, tidak mudah membiarkan orang-orang seenaknya sendiri membuat opini yang menyesatkan public. Langkah cepat polisi adalah akan memburu penyebar infromasi bohong terkait peristiwa ledakan di Jalan M.H. Thamrin tersebut. Tak main-mian,  Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan menegaskan bahwa  tim dari Cyber Crime Mabes Polri sudah mulai turun tangan mencari penyebar informasi semacam itu. Meskipun  bisa jadi tidak mudah karena bisa jadi  pemilik akun biasanya memiliki lebih dari satu alamat e-mail dan biasanya alamatnya palsu, tetapi mabes Polri akan mencari operator aslinya.

Si penyebar berita palsu terancam ditangkap  karena segaja menebarkan kebohongan yang meresahkan dan bisa menimbulkan ketidakpercayaan kepada pemerintah.

Untuk itu, jangan main-mian untuk membuat status palsu yang berkaitan dengan kepentingan umum, karena bisa-bisa akan berurusan dengan hukum.

_Solo, 18 Januari 2016_

Ibas SBY Versus Gibran Jokowi

Sama-sama merasakan menjadi bagian dari keluarag orang nomor satu di negri ini, alias menjadi putra dari Presiden Republik Indonesia, kedua anak muda ini, Ibas SBY dan Gibran Jokowi mempunya banyak sisi yang berbeda.
Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas merupakan anak kedua atau bungsu dari mantan Presiden RI dua periode yaitu tahun 2004-2009 dan 2009-2014, Susilo Bambang Yudhoyono. Sementara Gibran Rakabuming Raka (Gibran), putra pertama atau sulung dari Presiden RI, Joko Widodo. Presiden periode tahun 2014-2019.

Ibas saat menghadiri pernikahan Gibran, di Solo Juni 2015

Kalau dilihat dari persamaan keduanya, 
Pertama, mereka sama-sama putra presiden. Merasakan menjadi putra dari orang pertama di negri ini. Kedua, sama-sama dari sisi pendidikan keduanya lulusan LN. Mereka sama-sama mencicipi dan lulus dari universitas di Auatralia adan Singapura. Ibas mengikuti pendidikan di Curtin University, Australia dan Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura, tahun 2007. Gelar Bachelor of Finance and E-Commerce diperolehnya dari Curtin University , sedangkan di Universitas Teknologi Nanyang ( NTU) dia meraih gelar master di bidang Ekonomi Politik Internasional diperoleh dari NTU Singapura. Sementara, Gibran lulus dari University of Technology Insearch Australia dan pernah mengenyam pendidikan di Singapura yaitu di Orchid Park Secondary School, Singapura (2002) dan Management Development Institute of Singapore (MDIS).
 Ketiga, keduanya sama-sama bertubuh ceking, tinggi kurus dan terlihat pendiam. Perawakan kecil, tinggi tetapi tetap ganteng sih. Tetapi keduanya cukup pendiam. Saking diamnya, saat menjabat sebagai wakil rakyat, Ibas lebih banyak diam. Sementara Gibran memang tak banya bicara karena lebih suka banyak kerja. 

Sementara perbedaan keduanya lebih banyak yaitu, 
Pertama, Pilihan hidup yang berbeda, Ibas memilih terjun di dunia politik sementara Gibran lebih suka berbisnis. Seperti pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya, Ibas mengikuti jalan papinya, Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) bergulat di bidang politik. Gibran, setelah lulus, tahun 2010, ia lebih memilih menapaki jejak bapaknya yang mengeluti dunia usaha. Meskipun tidak membesarkan usaha furniture yang dikelola bapaknya, tetapi pilihan sama di dunia bisnis. 

Kedua, Ibas tenar melalui bapaknya, sementara Gibran terkenal karena usahanya. Seperti diketahui, nama Ibas meroket disebut-sebut dikancah perpolitikan tanah air, sesaat mendekati pemilu tahun 2009 lalu. Dengan ‘keistimewaan’nya menjadi anak presiden sekaligus pendiri Partai Demokrat(PD) ia leluasa untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI, bahkan ia meraup suara terbanyak se-Indonesia saat terpilih menjadi anggota DPR. Tanpa kesulitan masuk komisi I yang melingkupi bidang pertahanan, luar negeri, dan informasi. Karirnya melejit dengan mulus, ditunjuk menjadi Ketua Departemen Kaderisasi kemudian menjadi Sekretaris Jenderal setelah terpilih saat Kongres II Partai Demokrat(2010-2015). Gibran, tanpa bantuan bapaknya mampu membesarkan usaha catering yang dimilikinya. Sebenarnya Gibran gampang saja masuk dunia poltik, toh Jokowi saat itu sudah menjabat sebagai Walikota Solo. Dengan ‘keistimewaan’ yang dimiliknya sebagai putra dari Walikota, ia dengan mudah masuk ke PDIP, parpol pendukung Jokowi saat maju sebagai calon walikota. Atau memilih dunia bisnis yang spektakuler dengan mengelola proyek atau tender besar di Kota Solo. Toh bapaknya dengan mudah bisa mensusupkan. Pilihan Gibran ‘tidak biasa’, karena ia memilih memulai usaha catering dengan nama Chili Pari (maknanya keberanian dan kemakmuran). Dengan sederhananya, ia memulai usaha mengunakan gudang mebel bapaknya yang dijadikan tempat usaha sekaligus kantor. Tak mau memanfaatkan posisi bapaknya, benar-benar tidak mau mengantungkan bantuan bapaknya , Gibran memilih mengajukan pinjaman modal ke sejumlah bank. Paling tidak ada 7 banak yang diberikan proposal pinjaman, meskipun hanya 1 bank yang setuju mengucurkan dana Rp 1 M. Berawal dari melayani pesanan catering puluhan orang, tahun demi tahun usahanya melesat menjadi melayani ribuan orang. Bahkan sekarang selain catering, juga menyediakan wedding organizer. 

Ketiga, Ibas berkiprah di organisasi nasional, sementara Gibran cukup di tingkat local . Selain mempunyai jabatan di PD, Ibas menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni Budaya, dan olahraga periode 2010-2015. Sementara Gibran kiprahnya cukup ditingkat local saja, sebagai ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJBI) Kota Solo. 

Keempat, soal urusan asmara, Ibas memilih mempersunting putri menteri sementara Gibran cukup putri rakyat jelata. Tak tanggung-tanggung, Ibas menjatuhkan pilihan kepada Siti Ruby Aliya Rajasa, putri kedua Hatta Rajasa, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia yang menjabat dari 22 Oktober 2009 hingga 13 Mei 2014. Pernah menjabat Menteri Sekretaris Negara pada tahun 2007-2009, dan menjabat Menteri Perhubungan di tahun 2004-2007. Selain itu menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi pada tahun 2001-2004. Sekaligus mantan ketua PAN. Gibran, apakah memilih putri menteri atau pejabat Negara? Tidak, ia jatuh hati dengan Selvi Ananda, seorang gadis asal Solo yang berasal dari keluarga biasa, sederhana dan jauh dari kemewahan dan jabatan. Mantan Putri Solo tersebut bahkan disebut-sebut seperti putri Cinderela yang dipersunting seorang pangeran. 

Kelima, Ibas dicurigai terjerat kasus korupsi, sementara Gibran cling bersih . Terkait kasus Nazaruddin, nama Ibas sempat disebut dalam sejumlah proses persidangan. Dalam kasus proyek Hambalang, Anas Urbaningrum pernah membeberkan siapa-siapa saja yang diduga terlibat dalam kasus proyek Hambalang. Tak lupa tentang dugaan penerimaan aliran dana Hambalang sebesar 200 ribu dolar AS dari PT Grup Permai saat Kongres Partai Demokrat di Bandung di 2010. Yulianis, Mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai pernah menyebut nama Ibas ketika diperiksa sebagai saksi dalam kasus Hambalang yang menjerat Anas. Menurut Yulianis, nama Ibas disebutnya saat penyidik mencecarnya soal penyelenggaran Kongres Partai Demokrat 2010. Terdapat catatan keuangan Grup Permai yang menyebutkan aliran dana 200.000 dollar AS ke Ibas. Dana tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Kongres Partai Demokrat 2010. Yang mengejutkan, saat Angelina Sondakh bersaksi untuk Nazaruddin,, di Pegadilan Tipikor, Rabu (6/1/2016) kemarin ia menyebut nama pangeran alias Ibas yang memberikan intruksi untuk meloloskan Daftar Isian Perencanaan Anggaran (DIPA) yang ada pada rapat komisi, yang berujung 20% APBN 2009-2014 untuk 5%nya fee komisi PD . Lebih lanjut baca di sini   http://www.kompasiana.com/sucihistiraludin/alasan-angelina-sondakh-buka-rahasia-saat-bersaksi-untuk nazaruddin_568f3959c523bd5205570ba0


 Hal yang saya sampaikan diatas, sebenarnya tidak bermaksud untuk membanding-bandingkan kedua anak muda tersebut, sekali lagi tidak seperti itu. Tetapi saya hanya berusaha untuk merangkumnya untuk membuka ingatan kita kembali. Silahkan ditambahkan sendiri, pasti yang saya sampaikan masih jauh dari komplit. Mau menilai keduanya seperti apa, monggo, silahkan. Semoga tidak ada pihak yang tersinggung.

 _Solo, 9 Januari 2016_

 sumber foto: www.jppn.com,kabargue.com


Tips Bagasi Aman dari Penjarah


Pastilah semua orang merasa jengkel, kecewa, marah saat tahu barang-barangnya hilang dibobol pencuri. Mau barang berharga atau tidak berharga, yang jelas kehilangan barang pastilah membuat kecewa. Apalagi saat perjalanan jauh, yang biasanya orang membawa barang-barang penting yang sangat dibutuhkan selama dalam kepergian tersebut. 

Beberapa waktu yang lalu beredar kabar adanya penumpang pesawat yang kehilangan barang-barangnya akibat dibobol oleh (ternyata) oknum petugas bandara. Terungkap kalau porter-lah yang telah membobol bagasi penumpang. Tak tanggung-tanggung, dari informasi media, ternyata sudah ada sindikat pencurian bagasi penumpang. Artinya sudah ada sekelompok pencuri yang terorganisir di Bandara Soekarno-Hatta(BSH). 

Meskipun bukan informasi baru, karena sebelumnya sudah seringkali mendengar informasi seperti itu, tetapi tetap saja ngeri, hanya itu yang saya pikirkan saat membaca informasi tentang sindikat pencuri isi bagasi. Kenyamanan dan ketenangan saat bepergian menjadi berkurang saat terpaksa harus membawa barang yang dimasukkan ke bagasi pesawat. Apalagi beberapa kali saya juga ada kegiatan di luar pulau yang mau tidak mau mengunakan sarana transportasi pesawat. Memang, alhamdulillah saya belum pernah kehilangan barang di bagasi, meskipun pernah dengan terpaksa bagasi saya dibongkar petugas saat di Bandara Ngurah Rai, Bali karena terdeteksi barang mencurigakan saat melewati pemeriksaan. Untungnya saat dibongkar, tidak ada barang yang dicurigai tersebut. 

Terkadang saat bepergian jauh, kita tidak bisa menghindari untuk membawa barang dalam jumlah yang banyak sehingga menyimpannya di bagasi. Biasanya karena tidak mau repot bawa barang, lebih parktis dll. 

Namun mendengar informasi terkini dengan terungkapnya sindikat pencurian barang di bandara tersebut, saya kira kita perlu waspada saat membawa barang dalam perjalanan. 

Berdasarkan pengalaman, berikut beberapa hal yang biasa dilakukan saat bepergian mengunakan pesawat: Tidak mengunakan bagasi kalau memang tidak terpaksa. Ya, saya jarang sekali mengunakan bagasi, lebih aman dan rasanya kok lebih ayem saat menyimpan barang di kabin pesawat saja. Meskipun terpaksa nenteng-nenteng barang dan menyeret koper lumayan jauh, apalagi saat harus transit, tetapi rasanya itu lebih aman. Lebih baik mengeluarkan tenaga ekstra untuk angkat koper dan barang daripada was-was kalau barang dibongkar orang. Bahkan saya sering menjelalkan dan mengepak barang-barang/oleh-oleh dalam koper berisi pakaian. Pokoknya ditata sedemikian rupa sehingga semua barang masuk. 

Kalau bisa memilih koper yang tidak bermerek untuk menghindari ketertarikan para pembobol. Hehe ini bukan alasan karena saya hanya mempunyai koper merek' P..0' yang KW alias bukan koper' P..O' yang asli yang harganya selangit. Maklum tidak terjangkau kantong saya, sehingga cukup membeli koper yang harganya di bawah lima ratusan ribu saja. Percaya atau tidak, koper yang KW ini justru tidak menarik minat pencuri. Mereka pasti melek informasi, tahu mana koper yang mahal mana yang murahan. Rasanya mereka terus berpikir untuk memilih membobol koper yang mahal dari merek terkenal karena pastilah yang punya orang kaya sehingga banyak barang berharga di dalamnya. 

Memilih koper yang kuat tutupnya, biasanya yang tanpa resleting. Ada pilhan koper mengunakan penutup resleting ada pula yang tanpa resleting. Resleting lebih mudah dibuka lantaran lebih gampang diulik-ulik dibandingkan dengan penutup tanpa resleting. Bisa juga ditambahkan pengunci yang kuat misalnya dengan angka sandi. Kalau menurut saya ini lebih sulit dibandingkan hanya dengan menggembok tas dengan gembok.

 Jangan menyimpan barang berharga di bagasi. Hehe ini hal yang biasa ya, tetapi kadang-kadang ada yang lupa. Bawalah barang berharga di tas yang dibawa di dalam pesawat. Lebih aman ditaruh di kabin atau ditenteng saja di tas tangan. Kalau perlu mengepak barang/koper secara khusus. Di bandara ada layanan jasa pengepakan koper dengan dibungkus plastik tebal dan lebih kuat/aman. Rasanya para pembobol bagasi sungkan/malas untuk membuka koper/barang yang di-packing seperti itu.

 Memberikan tanda khusus pada koper/barang yang diletakkan di bagasi. Sering kejadian barang-barang, koper warnanya, bentuknya sama. Sehingga kalau tidak cermat barang bisa ketukar. Untuk itu barang/koper perlu diberikan penanda khusus, misalnya nama atau gantungan kunci atau apalah yang membuat kita lebih mengenalinya. 

Mudah-mudahan kita selalu waspada dan tidak sampai kehilangan barang saat bepergian, amin YRA. Semoga ada manfaatnya.

 _Solo, 5 Desember 2015_

 Sumber Foto: www.realita.co





Pastilah semua orang merasa jengkel, kecewa, marah saat tahu barang-barangnya hilang dibobol pencuri. Mau barang berharga atau tidak berharga, yang jelas kehilangan barang pastilah membuat kecewa. Apalagi saat perjalanan jauh, yang biasanya orang membawa barang-barang penting yang sangat dibutuhkan selama dalam kepergian tersebut. Beberapa waktu yang lalu beredar kabar adanya penumpang pesawat yang kehilangan barang-barangnya akibat dibobol oleh (ternyata) oknum petugas bandara. Terungkap kalau porter-lah yang telah membobol bagasi penumpang. Tak tanggung-tanggung, dari informasi media, ternyata sudah ada sindikat pencurian bagasi penumpang. Artinya sudah ada sekelompok pencuri yang terorganisir di Bandara Soekarno-Hatta(BHS). Meskipun bukan informasi baru, karena sebelumnya sudah seringkali mendengar informasi seperti itu, tetapi tetap saja ngeri, hanya itu yang saya pikirkan saat membaca informasi tentang sindikat pencuri isi bagasi. Kenyamanan dan ketenangan saat bepergian menjadi berkurang saat terpaksa harus membawa barang yang dimasukkan ke bagasi pesawat. Apalagi beberapa kali saya juga ada kegiatan di luar pulau yang mau tidak mau mengunakan sarana transportasi pesawat. Memang, alhamdulillah saya belum pernah kehilangan barang di bagasi, meskipun pernah dengan terpaksa bagasi saya dibongkar petugas saat di Bandara Ngurah Rai, Bali karena terdeteksi barang mencurigakan saat melewati pemeriksaan. Untungnya saat dibongkar, tidak ada barang yang dicurigai tersebut. Terkadang saat bepergian jauh, kita tidak bisa menghindari untuk membawa barang dalam jumlah yang banyak sehingga menyimpannya di bagasi. Biasanya karena tidak mau repot bawa barang, lebih parktis dll. Namun mendengar informasi terkini dengan terungkapnya sindikat pencurian barang di bandara tersebut, saya kira kita perlu waspada saat membawa barang dalam perjalanan. Berdasarkan pengalaman, berikut beberapa hal yang biasa dilakukan saat bepergian mengunakan pesawat: Tidak mengunakan bagasi kalau memang tidak terpaksa. Ya, saya jarang sekali mengunakan bagasi, lebih aman dan rasanya kok lebih ayem saat menyimpan barang di kabin pesawat saja. Meskipun terpaksa nenteng-nenteng barang dan menyeret koper lumayan jauh, apalagi saat harus transit, tetapi rasanya itu lebih aman. Lebih baik mengeluarkan tenaga ekstra untuk angkat koper dan barang daripada was-was kalau barang dibongkar orang. Bahkan saya sering menjelalkan dan mengepak barang-barang/oleh-oleh dalam koper berisi pakaian. Pokoknya ditata sedemikian rupa sehingga semua barang masuk. Kalau bisa memilih koper yang tidak bermerek untuk menghindari ketertarikan para pembobol. Hehe ini bukan alasan karena saya hanya mempunyai koper merek' P..0' yang KW alisa bukan koper' P..O' yang asli yang harganya selangit. Maklum tidak terjangkau kantong saya, sehingga cukup membeli koper yang harganya di bawah lima ratusan ribu saja. Percaya atau tidak, koper yang KW ini justru tidak menarik minat pencuri. Mereka pasti melek informasi, tahu mana koper yang mahal mana yang murahan. Rasanya mereka terus berpikir untuk memilih membobol koper yang mahal dari merek terkenal karena pastilah yang punya orang kaya sehingga banyak barang berharga di dalamnya. Memilih koper yang kuat tutupnya, biasanya yang tanpa resleting. Ada pilhan koper mengunakan penutup resleting ada pula yang tanpa resleting. Resleting lebih mudah dibuka lantaran lebih gampang diulik-ulik dibandingkan dengan penutup tanpa resleting. Bisa juga ditambahkan pengunci yang kuat misalnya dengan angka sandi. Kalau menurut saya ini lebih sulit dibandingkan hanya dengan menggembok tas dengan gembok. Jangan menyimpan barang berharga di bagasi. Hehe ini hal yang biasa ya, tetapi kadang-kadang ada yang lupa. Bawalah barang berharga di tas yang dibawa di dalam pesawat. Lebih aman ditaruh di kabin atau ditenteng saja di tas tangan. Kalau perlu mengepak barang/koper secara khusus. Di bandara ada layanan jasa pengepakan koper dengan dibungkus plastik tebal dan lebih kuat/aman. Rasanya para pembobol bagasi sungkan/malas untuk membuka koper/barang yang di-packing seperti itu. Memberikan tanda khusus pada koper/barang yang diletakkan di bagasi. Sering kejadian barang-barang, koper warnanya, bentuknya sama. Sehingga kalau tidak cermat barang bisa ketukar. Untuk itu barang/koper perlu diberikan penanda khusus, misalnya nama atau gantungan kunci atau apalah yang membuat kita lebih mengenalinya. Mudah-mudahan kita selalu waspada dan tidak sampai kehilangan barang saat bepergian, amin YRA. Semoga ada manfaatnya. _Solo, 5 Desember 2015_ Sumber Foto: www.realita.co

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sucihistiraludin/tips-bagasi-aman-dari-tangan-pembobol_568b34c29497732c10728271
Pastilah semua orang merasa jengkel, kecewa, marah saat tahu barang-barangnya hilang dibobol pencuri. Mau barang berharga atau tidak berharga, yang jelas kehilangan barang pastilah membuat kecewa. Apalagi saat perjalanan jauh, yang biasanya orang membawa barang-barang penting yang sangat dibutuhkan selama dalam kepergian tersebut. Beberapa waktu yang lalu beredar kabar adanya penumpang pesawat yang kehilangan barang-barangnya akibat dibobol oleh (ternyata) oknum petugas bandara. Terungkap kalau porter-lah yang telah membobol bagasi penumpang. Tak tanggung-tanggung, dari informasi media, ternyata sudah ada sindikat pencurian bagasi penumpang. Artinya sudah ada sekelompok pencuri yang terorganisir di Bandara Soekarno-Hatta(BHS). Meskipun bukan informasi baru, karena sebelumnya sudah seringkali mendengar informasi seperti itu, tetapi tetap saja ngeri, hanya itu yang saya pikirkan saat membaca informasi tentang sindikat pencuri isi bagasi. Kenyamanan dan ketenangan saat bepergian menjadi berkurang saat terpaksa harus membawa barang yang dimasukkan ke bagasi pesawat. Apalagi beberapa kali saya juga ada kegiatan di luar pulau yang mau tidak mau mengunakan sarana transportasi pesawat. Memang, alhamdulillah saya belum pernah kehilangan barang di bagasi, meskipun pernah dengan terpaksa bagasi saya dibongkar petugas saat di Bandara Ngurah Rai, Bali karena terdeteksi barang mencurigakan saat melewati pemeriksaan. Untungnya saat dibongkar, tidak ada barang yang dicurigai tersebut. Terkadang saat bepergian jauh, kita tidak bisa menghindari untuk membawa barang dalam jumlah yang banyak sehingga menyimpannya di bagasi. Biasanya karena tidak mau repot bawa barang, lebih parktis dll. Namun mendengar informasi terkini dengan terungkapnya sindikat pencurian barang di bandara tersebut, saya kira kita perlu waspada saat membawa barang dalam perjalanan. Berdasarkan pengalaman, berikut beberapa hal yang biasa dilakukan saat bepergian mengunakan pesawat: Tidak mengunakan bagasi kalau memang tidak terpaksa. Ya, saya jarang sekali mengunakan bagasi, lebih aman dan rasanya kok lebih ayem saat menyimpan barang di kabin pesawat saja. Meskipun terpaksa nenteng-nenteng barang dan menyeret koper lumayan jauh, apalagi saat harus transit, tetapi rasanya itu lebih aman. Lebih baik mengeluarkan tenaga ekstra untuk angkat koper dan barang daripada was-was kalau barang dibongkar orang. Bahkan saya sering menjelalkan dan mengepak barang-barang/oleh-oleh dalam koper berisi pakaian. Pokoknya ditata sedemikian rupa sehingga semua barang masuk. Kalau bisa memilih koper yang tidak bermerek untuk menghindari ketertarikan para pembobol. Hehe ini bukan alasan karena saya hanya mempunyai koper merek' P..0' yang KW alisa bukan koper' P..O' yang asli yang harganya selangit. Maklum tidak terjangkau kantong saya, sehingga cukup membeli koper yang harganya di bawah lima ratusan ribu saja. Percaya atau tidak, koper yang KW ini justru tidak menarik minat pencuri. Mereka pasti melek informasi, tahu mana koper yang mahal mana yang murahan. Rasanya mereka terus berpikir untuk memilih membobol koper yang mahal dari merek terkenal karena pastilah yang punya orang kaya sehingga banyak barang berharga di dalamnya. Memilih koper yang kuat tutupnya, biasanya yang tanpa resleting. Ada pilhan koper mengunakan penutup resleting ada pula yang tanpa resleting. Resleting lebih mudah dibuka lantaran lebih gampang diulik-ulik dibandingkan dengan penutup tanpa resleting. Bisa juga ditambahkan pengunci yang kuat misalnya dengan angka sandi. Kalau menurut saya ini lebih sulit dibandingkan hanya dengan menggembok tas dengan gembok. Jangan menyimpan barang berharga di bagasi. Hehe ini hal yang biasa ya, tetapi kadang-kadang ada yang lupa. Bawalah barang berharga di tas yang dibawa di dalam pesawat. Lebih aman ditaruh di kabin atau ditenteng saja di tas tangan. Kalau perlu mengepak barang/koper secara khusus. Di bandara ada layanan jasa pengepakan koper dengan dibungkus plastik tebal dan lebih kuat/aman. Rasanya para pembobol bagasi sungkan/malas untuk membuka koper/barang yang di-packing seperti itu. Memberikan tanda khusus pada koper/barang yang diletakkan di bagasi. Sering kejadian barang-barang, koper warnanya, bentuknya sama. Sehingga kalau tidak cermat barang bisa ketukar. Untuk itu barang/koper perlu diberikan penanda khusus, misalnya nama atau gantungan kunci atau apalah yang membuat kita lebih mengenalinya. Mudah-mudahan kita selalu waspada dan tidak sampai kehilangan barang saat bepergian, amin YRA. Semoga ada manfaatnya. _Solo, 5 Desember 2015_ Sumber Foto: www.realita.co

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sucihistiraludin/tips-bagasi-aman-dari-tangan-pembobol_568b34c29497732c10728271

Rabu, 20 Januari 2016

Tips Terhindar Dari Ajaran Terorisme, Jangan Jadi Remaja Galau

Mendengarkan pengalaman dari orang-orang yang sempat ditawari masuk ke dalam grup pengajian 'garis keras' yang menjadi cikal bakal kelompok radikal, membuat merinding.



Betapa tidak, mereka (anggota grup)  biasanya sangatlah ulet, liat, tak pantang menyerah bahkan cenderung tidak tahu malu untuk terus merangsek, membujuk, mengintili(mengikuti kemana-mana). Hanya demi mengajak teman baru untuk bergabung berbagai cara di lakukan baik dengan cara halus ataupun dengan tekanan dan intimidasi.

Awalnya tentu mereka tidak akan mengajak dan ber terus terang  membuka grup mereka adalah aliran keras (sesat), karena mereka berusaha mengajak sebanyak-banyaknya orang baru. Tentu dengan kalimat manis mengajak orang masuk grup ‘pengajian’ mereka. Memang benar, diawal-awal orang baru merasa benar-benar ikut pengajian, ikut kajian keagamaan. Sekali dua kali ajaran yang disampaikan masih benar, tetapi setelah orang baru terbujuk dan terlena, disitulah mulai dimainkan cara-cara sesungguhnya yang kelompok itu ajarkan. Dengan atas nama agama, mereka mulai merongrong dan meracuni otak, apalagi bagi seseorang yang pemahaman agamanya setengah-setengah

Remaja adalah target yang empuk bagi kelompok tersebut. Mereka lebih memilih sasaran remaja karena biasanya jiwanya belum matang, emosian,  masih dalam tahap pencarian jati diri, masih mencari-cari dan suka penasaran dengan hal-hal yang baru dan cenderung heroik. Tak heran jika ‘para pengantin’ yang rela menjadi pengantin membawa bom dan meledakkan diri karena dijanjikan bertemu  bidadari di surga, adalah remaja yang masih belasan tahun.

Sebagai orangtua, kekhawatiran jelas ada dan semakin besar manakala anak-anak sudah tumbuh menjadi remaja.  Meskipun di rumah pembekalan agama, aqidah akhlaq, budi pekerti, sudah diberikan tetapi boleh jadi sikap dan perilaku anak di luar rumah berbeda dengan di rumah. Apalagi saat anak mempunyai banyak aktivitas di luar rumah. 

Saat berbincang dengan anak kami yang  remaja, kekhawatiran paling tidak berkurang manakala anak remaja saya mengatakan untuk menghindari pengaruh negative ajaran sesat tersebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu,  

Jangan sampai menjadi remaja Galau. Kenapa? Karena saat galau,  akan lebih mudah  terbujuk dan tanpa pertimbangan yang matang bisa ikut terseret  ke dalam lingkungan kelompok yang tidak benar. Lebih baik segera move on saat ada masalah, sehingga tidak berlarut-larut menjadi galau.

Perbanyak kegiatan  positif di sekolah. Anak saya lebih suka ikut kegiatan Osis yang  menyita banyak waktunya.  Sehingga  nyaris tidak ada waktu untuk mengikuti atau ikut-ikutan kegiatan yang tidak jelas 

Mencari tahu apa yang belum dipahami, jangan menyimpulkan sendiri. Janganlah malu untuk bertanya pada orang yang lebih paham tentang sebuah hal baru. Meskipun  penasaran dan tertarik tetapi kalau tidak tahu dalam-dalamnya, lebih baik menahan diri dan mencari tahu terlebih dahulu.

Menjaga komunikasi dengan keluarga, sehingga orangtua tahu kegiatan, pikiran dan rencana-rencana anak . Hal ini untuk menjaga jangan sampai anak salah langkah.

_Solo, 20 Januari 2016_

Selasa, 19 Januari 2016

Sepeda Onthel, Diantara Deru Kendaraan Bermotor

Saat ini, mendapatkan kendaraan sangatlah mudah, terlebih untuk mendapatkan sepeda motor. Hanya dengan uang muka (DP) Rp 500 ribu saja, kita pulanga dari dealer bisa membawa motor  baru yang diinginkan.

Bahkan tak jarang dealer yang menawakan paket mudah, tanpa uang muka, hanya cukup melengkapi administrasi seperti KK, KTP, slip gaji, NPWP, tak sampai sehari, motor sudah dikirimkan ke rumah. Mudah, praktis, murah dan menyenangkan.

Tak heran jika kemudahan tersebut berdampak banyaknya sepeda motor berseliweran di jalan, entah jalan gang kampung, gang RT, jalan besar, jalan utama. Jalanan mulai di rambati dengan tumbuhnya sepeda motor yang luar biasa. Dan mau tidak mau membuat kepadatan lalulintas semakin padat saja, macet menjadi ancaman utama.

Dibandingkan dengan Negara di Asean, di Indonesia, laju pertumbuhan sepeda motornya paling tinggi mencapai 13,2% dibanding moda transportasi lainnya. Sementara berdasarkan data Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia mencatat, jumlah kendaraan yang masih beroperasi di seluruh Indonesia pada 2013 mencapai 104,211 juta unit, naik 11 persen dari tahun sebelumnya (2012) yang cuma 94,299 juta unit. Penyumbang terbesar adalah sepeda motor dengan jumlah 86,253 juta unit di seluruh Indonesia, naik 11 persen dari tahun sebelumnya 77,755 juta unit.

Karena sepeda motor menjadi sarana transportasi yang murah, mudah, efisien, dan hemat. Murah karena membelinya bisa diangsur dari setahun, dua tahun, tiga tahun sampai lima tahun. Mudah karena banyak tersedia di dealer-dealer, kemudian mudah karena hampir setiap orang bisa menjangkaunya. Efisien karena dengan mengunakan sepeda motor lebih cepat menjangkau tempat kerja, lebih gampang untuk beraktivitas. Hemat karena lebih murah membeli bensin motor daripada membayar biaya angkuta atau bis. Selain macet, ancaman kecelakaan semakin mengkhawatirkan.

Data Polri menyebutkan, tahun 2009-2013, tercatat ada 138 ribu orang meninggal dunia dan 700 ribu orang terluka pada kecelakaan jalan raya. Sepeda motor merupakan moda transportasi paling rentan terlibat kecelakaan. Kemudahan mengunakan sepeda motor tak ayal membuat orang semakin enggan untuk mengunakan sarana transportasi seperti bis apalagi sepeda onthel. Rasanya bisa dihitung dengan jari orang yang masih mau mengunakan sepeda onthel untuk melakukan aktivitasnya. Mencari anak-anak sekolah yang naik sepeda saja susah, apalgi orang yang kerja. Tidak di desa, dikota apalagi. Hanya sebagian kecil anak sekolah yang masih bersuka hati mengayuh pedal sepeda, berpeluh keringat sambil bergurau penuh semangat ke sekolahnya.


Ditengah pesatnya pertumbuhnya sepeda motor, sepeda onthel masih memiliki peminat. Menariknya, meski jumlah pemakai sepeda onthel tidak cukup banyak, tetapi masih ada bengkel sepeda yang eksis sampai saat ini. Di pinggir kota Solo, meskipun sudah jarang orang yang mengunakan sepeda, tetapi ada bengkel sepeda onthel yang sampai sekarang masih eksis. Bengkel Pak Mo (sebut saja demikian), sudah membuka usaha bengkel lebih dari 5 tahun yang lalu. Karena masih kontrak, tempat usaha bengkelnya berpindah tempat tetapi masih di pinggir jalan besar Solo-Kartosuro, tepatnya di jalan Slamet Riyadi Makamhaji, Sukoharjo. Tidak terlalu jauh dari underpass Makamhaji, tepatnya underpass ke timur sekitar 1 Km. Bengkel sepeda onthel ini tidak hanya membuka jasa untuk perbaikan sepeda onthel saja tetapi juga menjual sepeda onthel baru dan bekas. 

Beragam jenis sepeda ditawarkan, dalam berbagai ukuran, sepeda ukuran 26, 24, sampai sepeda tanggung, mini dan sepeda keci, sepeda roda tiga, dlll. Tidak hanya menyediakan satu merk sepeda saja, tetapi berbagai merk sepeda ada. Seperti Polygon, United, Wymcyle, Phonic, dll, komplit. Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau, ada variasi harga dari mulai yang Rp 200 ribu sampai yang lebih dari Rp 3 juta. Kalau mau tukar tambah, bengkel ini juga melayaninya, transaksi bisa dilakukan dengan tawar menawar. Sepeda anak-anak saya juga membeli dari bengkel Pak Mo. Membelinya bekas saja, tetapi masih bagus. Polygon yang sekarang sudah jarang keluar, meskipun bekas masih dihargai 1,7 juta. Harga barunya berkisar Rp 3 juta.

Meskipun tidak terlalu luas, tetapi bengkel ini mempunyai ratusan sepeda onthel, dengan omset ratusan juta. Dengan pegawai 3 orang ditambah pemiliknya satu orang, bengkel ini bisa menservis puluhan sepeda setiap harinya. Karena tidak mudah mendapatkan bengkel sepeda onthel di Solo bagian selatan dan sekitarnya , bengkel ini mempunyai pelanggan tetap yang lumayan banyak. Tak hanya warga sekitar, tetapi juga warga dari desa, kecamatan dan wilayah lain sudah menjadi pelanggannya. Bagi yang berada di Solo dan sekitarnya, jika kesulitan mencari bengkel sepeda, silahkan ke bengkel Pak Mo. Buka setiap hari, kecuali hari Jumat, dari jam 09.00 sampai 16.00, pemilik dan pegawainya melayani dengan ramah dan senyum.

 _Solo, 13 Januari 2016_

Rewangan, Meringankan Beban Tetangga

"Ke mana, Mbah Ti?" tanya Saya kepada ibu, saat melihat ibu kleuar rumah sambil membawa pisau dan telenan. Saya membiasakan memanggil ibu dengan panggilan Mbah Ti (Simbah Putri) karena membiasakan anak-anak.
"Ke rumah Mbokde Wito, Nduk. Rewang," jawab Ibu.
"Ada hajatan apa Mbah?"
"Mau Mantu" (menikahkan anaknya). Tiga hari lagi, mantu anaknya yang bungsu," jelas Ibu ,sambil menceritakan kalau putri bungsu tetangga kami, Mbokde Wiro akan dipinang laki-laki dari Kabupetan tetangga, teman kerjanya di sebuah perusahaan di Kota Sukoharjo.
Tak lama Ibu segera beranjak ke rumah tetangga yang jaraknya hanya selemparan batu.





Rewang atau membantu menyiapkan segala sesuatu untuk persiapan pernikahan atau hajatan lainnya masih banyak dilakukan di desa-desa. Rewang hal sederhana yang banyak menfaatnya, banyak membantu pihak lain. Tak hanya membantu tenaga mempercepat urusan memasak, tetapi rewangan juga menjadi suport untuk keluarga yang punya hajatan sehingga lebih siap dan mantap saat Hari H tiba. Tanpa diminta, biasanya para tetangga akan berdatangan saat ada tetangga yang mempunyai hajatan. Serba gratis, tenaga yang disumbangkan tidak membutuhkan imbalan jasa uang, hanya cukup dengan hantaran makanan. Karena biasanya para ibu yang rewang dari pagi sampai malam berlangsung berhari-hari dan tidak sempat memasak di rumah sehingga oleh yang punya hajatan di kirimkan makanan untuk keluarga di rumah. Memang ada yang diminta secara khusus untuk membantu misalnya ada yang mempunyai keahlian memasak nasi dalam jumlah besar atau adhang sego.


Karena membutuhakan tenaga ekstra dan tidak semua ibu bisa memasak nasai dengan tanak(matang dan enak), biaanya ada orang khusus yang diminta bantuan dan di bayar jasanya. Yang seperti ini memang layak dibayar karena biasanya butuh waktu berhari-hari untuk menyiapkan nasi dalam jumlah besar.

Yang terlibat dalam rewangan tidak hanya ibu tetapi juga bapak-bapak, tetapi lebih lama(bisa berhari-hari) adalah para ibu. Di desa saat mempunyai hajatan terutama pernikahan, minimal seminggu sebelumnya tuan rumah sudah mulai memasak. Karena tuan rumah sudah mulai memberikan hantaran makanan lengkap(wewehan) kepada pihak-pihak yang diundang. Jadi tidak hanya tamu yang diundang tidak hanya diberikan undangan saja, tetapi juga disusuli hantaran makanan yang terdiri dari nasi, dengan lauk pauk dan sayur seperti ayam, telur, tempe goreng, bergedel, sayur lombok, mie, gorengan krupuk atau peyek kacang disertai beragam panganan/makanan ringan seperti wajik, jadah, lemper, jenang, cucur, ungkusan dll.

Wewehan atau hantaran makanan, tidak hanya diperuntukkan untuk tetangga terdekat, satu desa saja, tetapi seringkali undangan di lain kecamatan juga di beri wewehan. Tak jarang sampai jarak sampai 20 km saja mereka biasa tetap mengantarkan wewehan tersebut. Bisa dibayangkan dengan sekian ratus undangan, tentunya butuh memasak dalam waktu yang lama dan membutuhkan banyak tenaga yang membantu. Para ibu biasanya membantu memasak, dan beberapa yang muda mengantarkan wewehan.

Sementara para bapak biasanya membantu rewangan saat mendekati Hari H, misalnya dua hari sebelumnya untuk tarub atau menyiapkan tempat dan dekorasi pelaminan. Dari urusan bersih-bersih rumah dan halaman sampai membantu memasangkan kajang/tenda, menata kursi dan meja menjadi bagian tugas para bapak. Rewangan merupakan kearifan lokal yang masih terpelihara sampai saat ini. Meskipun ada sebagian warga di desa yang lebih memilih praktis misalnya pesan katering saat mempunyai hajatan, tetapi sebagian besar masih tetap dengan tradisi lokal mereka.

Kegotongroyongan, kerukunan, kekeluargaan, kekompokan terasa kental sekali dengan kebiasaan rewangan. Para tetangga merasa ikut serta mempunyai hajatan dengan keterlibatan dalam rewangan tersebut. Hingga tak terasa pekerjaan cepat selesai.

Kenduri, Doa dan Wujud Syukur Warga Desa

Di desa orangtua saya, Nanggula, sebuah desa di Kabupetan Klaten, tradisi kenduri atau kenduren masih ada. Meskipun sudah ada warga desa yang tidak lagi mengikuti tradisi tersebutm tetapi bukan berarti kebiasaan peninggalan nenek moyang kami itu sudah hilang.



Kenduri, dilakukan sebagai bentuk rasa syukur, sebuah penghirmatan, do’a, atau bisa di sebut juga selamatan  yangdilakukan dalam hal-hal tertentu, biasanya untuk hajatan tertentu. Misalnya kenduri dilaksanakan saat ada hajatan menikahkan anggota keluarga,mitoni,  saat  syukuran kelahiran anak, mengirim doa saat ada keluarga yang meninggal, saat panen raya, ruwahan, nyadran, dll.

Untuk kenduri saat hajatan menikahkan anggota keluarga atau mantu dilaksanakan sebelum akad nikah, dengan mengundang tetangga terdekat. Biasanya salah satu tetangga yang dituakan ( bisa juga Mbah Modin/perangkat desa)  yang diminta memimpin doa.  Demikian juga dengan kenduri saat kelahiran seorang bayi. Dilakukan saat bayi berumur seminggu atau sepekan,  yaitu saat bayi sudah puput (putus tali pusarnya), tetapi ada juga yang dilakukan bersamaan dengan aqiqoh atau sekitar 35-40 usia bayi tersebut.

Untuk kenduri sebagai pengirim doa saat keluarga ada yang meninggal, dilaksanakan beberapa kali, yaitu saat 3 hari kematian, 7 hari, 40 hari atau pegetan  petangpuluh dinonan, 100 hari  atau pengetan satus  dinonan, setahun atau pendhak pisan, dua tahun atau pendhak loro  dan 3 tahun atau pengetan sewu dino/  1000 hari atau pendhak pungkasan.

Prosesi saat kenduri, diawali dengan sambutan atau ucapan selamat datang dari tuan rumah yang biasaya diwakili oleh sesepuh kampung atau keluarga tuan rumah yang dituakan, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan dari tetua kampung atau terkadang diwakili Mbah Modin (perangkat desa ) yang juga mengantarkan doa yang diamini oleh para tetangga yang datang.  Setelah doa dipanjatkan,biasanya proses kenduri telah berakhir. 


Makanan yang dihidangkan saata kenduri, makanan ringan (berbagai panganan khas desa seperti lemperk, jadah, wajik, jenang, ungkusan dan the panas). Kemudian ada besek  (kotak  yang terbuat dari bambu yang dianyam) atau sekarang diganti tempat dari plastic, besek tersebut diisi nasi  (biasanya nasi uduk/nasi gurih) dengan lauk pauk beragam, seperti mie, jangan Lombok (sayur  kentang, krecek sapi, dicampur irisan cabe yang dimasak dengan santan kental), tempe goreng, telur rebus, rempeyek ditambah bermacam-macam makanan kecil. Untuk tambahan lauk ayam akan diambilkan setelah di suir-suir/di potong setelah prosesi doa selesai.  Biasanya setelah doa, Mbah  akan memotong  ayam jago yang telah dimasak,  dan dibagi-bagi ke besek yang berisi makanan.

Sementara kegiatan kenduri saat Sadranan atau Nyadran merupakan salah satu tradisi dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Sadranan dilakukan setiap hari ke-10 bulan Rajab atau saat datangnya bulan Sya’ban. Biasanya kenduri hanya sebagai pengantar kegiatan nyadaran saaj, karena kegiatan utamanya adalah pembacaan ayat Al Qur’an , doa dan membersihkan makan/kuburan. 

 Meskipun sekarang, hidangan  kenduri tidak melulu dengan nasi uduk dan lauk pauk lengkap, demi kepraktisan  diganti dengan makanan saja atau roti satu kotak(tergantung warga) tetapi makna mendalam  dari kendurian sebenarnya masih ada. Mereka sama-sama berkumpul,  bertemu tetangga dan keluarga, berdoa bersama dan mensyukuri atas nikmat hidup yang diberikan Yang Maha Kuasa yang mereka nikmati sampai detik ini. Itulah makna yang sebenarnya yang masih terjaga samapai sekarang.

_Solo, 19 Januari 2016_

foto. blontypasargede